Bagi anda pemakai linux tentu sudah tidak asing lagi dengan program Pidgin. Ya, salah satu program bawaan Linux yang memiliki fungsi untuk chatting ini tidak kalah bagusnya dengan aplikasi chatting untuk W**d*w*. Agar kita bisa melakukan chatting dengan Pidgin, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan dan tentunya tidak sulit. Dalam contoh kali ini saya menggunakan account saya di Yahoo! sebagai account untuk chatting. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi Pidgin pada Linux anda.
  • Setelah Pidgin terbuka, maka akan muncul dua jendela, yaitu Buddy List dan Account Manager. Di Pidgin, 1 user diwajibkan membuat satu account untuk bisa login. Kenapa? Karena Pidgin mendukung hampir semua program chat yang ada, seperti Irc, GoogleTalk, Yahoo!, Msn, dll. jadi anda diwajibkan membuat satu account agar data anda bisa dihubungkan ke server account anda.
  • Setelah anda mengerti dari penjelasan diatas, lanjut ke langkah selanjutnya. Pada jendela Accounts, klik add untuk membuat account baru anda.
  • Pada jendela yang baru muncul, yaitu add account kita isi beberapa field. Pertama pilih protocol anda, dalam hal ini kita memakai Yahoo!
  • Pada screen name isikan email anda tanpa @yahoo. Contoh “aman.annurrahman” bukan “aman.annurrahman@yahoo.co.id”
  • Pada password isikan password email anda.
  • Pada local alias bisa diisi bisa juga dikosongkan.
  • Setelah melakukan langkah-langkah diatas, sekarang anda sudah bisa chatting ama teman-teman anda. Untuk bisa gabung dengan group atau room list pada yahoo pilih Tools->Room List
  • Pada kotak dialog pilih Get List
  • Pilih room yang anda inginkan, setelah itu klik Join.

Mudah kan! Selamat mencoba ya!

Hari ini rasanya sangat senang banget, setelah menunggu dan mencoba beberapa minggu lamanya, akhirnya permohonan kunjungan ke salah satu perusahaan manufaktur di Jakarta diterima juga (thanks to Gusti) yang udah sempatin waktunya buat nelpon perusahaan itu. Ya, perusahaan ini akhirnya bisa dimintai konfirmasi setelah sekian lama saya dan teman-teman dari seksi acara mencoba untuk menghubungi bagian Humas perusahaan yang bersangkutan, dan setelah Gusti mencoba untuk menghubungi hari ini ternyata ada jawaban dari pihak perusahaan. Pun demikian dengan KAP (Kantor Akuntan Publik), akhirnya bisa memberikan jawaban yang cukup menggembirakan bagi kami, walaupun keputusan itu belum bersifat final. Semoga semua yang didapat hari ini dapat meningkatkan semangat kami lagi yang sempat down karena mengurusi perusahaan ini saja begitu lama dan susahnya:). Chayo, keep spirit to all panitia!

Apple Macintosh (Mac OS) dan Microsoft Windows merupakan dua kubu yang saling berseteru. Saking bermusuhannya kedua kubu ini, dulu praktis Anda harus membeli dua perangkat komputer jika ingin merasakan Mac OS dan Windows secara bersamaan. Mac OS harus berjalan di komputer Macintosh dan Windows harus diinstal di PC.

Seiring dengan penggunaan prosesor Intel di mesin Mac, Windows dan Mac OS mulai akur. Kedua sistem operasi ini dapat disandingkan bersama dalam satu komputer. Bahkan dari percobaan PCplus, dengan sedikit “trik” Anda dapat menjalankan Mac OS X “di atas” sistem operasi Windows Vista.

Untuk mengimplementasikan skema di atas, dua “alat perang” perlu Anda persiapkan. Yang pertama yaitu software VM ware, dapat diunduh di www.vmware.com dan yang kedua ialah DVD installer Mac OS X versi 10.4.5 atau 10.4.6 atau 10.4.7 atau 10.4.8 untuk komputer berprosesor x86. Demi kenyamanan Anda, PCplus menyarankan Anda untuk menggunakan VM ware Server atau VM ware Workstation. Karena kedua versi VM ware ini dilengkapi GUI dan petunjuk yang lengkap. Namun jika Anda ingin menggunakan VM ware yang gratis, Anda dapat memilih VM ware Player.

Read More

Akhir-akhir ini saya sering mengikuti beberapa seminar di kampus, dan dalam seminar itu saya memperhatikan para pembicaranya ada yang menggunakan handphone untuk menjalankan presentasinya (termasuk Roy Suryo) yang sempat menjadi pembicara pada seminar waktu itu. Dari pengalaman itu, saya tertarik untuk mengikuti jejak mereka . Dan akhirnya setelah mendapatkan HP yang mendukung untuk uji coba kali ini percobaan pun dimulai.
Alat yang kita perlukan yaitu handphone yang sudah built in Bluetooth (dan saya rasa hampir semua handphone zaman sekarang sudah ada), dan komputer/notebook yang telah memiliki Bluetooth atau bisa juga dengan alat tambahan berupa Bluetooth Dongle yang banyak dijual di toko komputer.
Dalam percobaan kali ini saya menggunakan handphone Sony Ericsson K750i dan laptop dengan Bluetooth dongle yang saya beli hanya empat puluh ribu rupiah yang dilengkapi software BlueSoleil V.3.0.1.

Read More

Hari Sabtu, 15 Maret 2008, STIE YKPN telah mengadakan seminar nasional yang merupakan salah satu program hibah kompetisi berbasis institusi yang telah dimenangkan oleh STIE YKPN beberapa waktu lalu. Disini saya sangat bangga, :) karena kampus saya (STIE YKPN) merupakan satu-satunya STIE di Indonesia yang bisa mendapatkan hibah dari pemerintah tersebut yang nilainya sangat besar untuk mengembangkan kompetensi dan kualitas pendidikan di kampus ini. Dalam seminar ini hadir para pembicara yang sangat ahli dalam bidangnya masing-masing. Pembicara pertama yaitu Bapak Djoko Luknanto yang merupakan Ketua E-Learning Universitas Gajah Mada. Materi yang disampaikan beliau sangat menarik (walaupun saya merasa sebagian besar ditujukan untuk guru dan dosen). Beliau membuat saya menyadari bahwa suatu presentasi bisa membuat orang yang mendengarkan presentasi tersebut menjadi lebih mengerti dan memahami dengan apa yang disampaikan jika content dari materi tersebut dibuat dengan menarik dan cerdas.

Pembicara yang kedua merupakan Chief Information Officer dari Universitas Bina Nusantara, yaitu Bapak Harjanto Prabowo. Dari penjelasan beliau, kami dibuat sangat terkesan dengan Universitas dimana beliau mengajar dengan keunggulan teknologi informasi yang dimilki. Pun saya berharap seperti itu terhadap kampus saya dan satu yang harapan yang tentunya menjadi harapan semua civitas akademi yaitu kualitas pendidikan yang lebih baik sehingga lulusan dari STIE YKPN bisa bersaing di dunia global.

Setelah sekian lama saya tidak memposting sebuah tulisan, akhirnya bisa juga menyempatkan diri untuk mampir di blog ini. Hal ini tak lain karena beberapa hari terakhir kegiatan di kampus sangat banyak karena harus mengurus kegiatan yang akan dilaksanakan oleh HMJA (Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi). Hari-hari pada semester ini (semester VI) merupakan hari-hari yang sangat padat bagi saya. :( Kenapa? Karena semester ini saya mengambil dua mata kuliah yang terdapat praktikum melekatnya, sehingga seolah saya mengambil 24 SKS (yang biasanya 21 SKS). Seiring dengan dimulainya kuliah, registrasi Studi Lapangan (program kerja HMJA) pun dibuka, disitu saya harus ikut menjaga stan registrasi (karena saya panitia). Disela-sela waktu untuk kuliah maupun menjaga stan, saya juga harus menjaga PusKom di kampus sehingga saya benar-benar harus bisa mengatur dan menyeimbangkan ritme kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Memang pada awalnya semua yang harus saya jalani ini terasa berat, namun saya meyakinkan pada diri saya sendiri bahwa bila saya mampu mengatur waktu dan meyeimbangkan kehidupan di dunia dan akhirat saya yakin semua ini akan bisa terlaksana dengan baik dan target IPku bisa tercapai (aamiin). Semua ini saya jalani tak lain karena tanggung jawab kepada orang tua dan organisasi yang saya ikuti. Pun teman-teman di HMJA bisa menghilangkan semua kepenatan yang ada, dikala saya sedang capai, mereka terkadang bisa menghibur dan membuat jiwa ini kembali bersemangat untuk melanjutkan aktivitas.

Seperti kita ketahui bahwa di Open Office linkungannya Linux tidak memiliki font-font yang biasa kita gunakan untuk mengerjakan tugas kuliah ataupun skripsi padahal font ini merupakan keharusan dalam mengerjakan tugas tersebut. Begitupun dengan yang saya alami kemarin, ketika diberikan tugas kewirausahaan oleh dosen yang mengharuskan menggunakan font Times New Roman pada tugas tersebut. Secara sekarang udah pake Ubuntu, terpaksa deh nyari dulu di search engine milik Om Larry (Google), dan setelah mencari-cari di google akhirnya ketemu juga caranya. Gini nih caranya, pertama buka dulu Terminal dan ketik atau copypaste command ini

sudo apt-get install msttcorefonts

Untuk melihat hasilnya, apakah font tersebut telah terinstall silahkan restart Gnome (ctrl+alt+backspace 2x) atau copypaste aja command line berikut untuk merefresh font cache

sudo fc-cache -fv

Read More